Inspirasi mata waktu ke-6 : Kita tidak dapat mendorong-dorong seseorang naik tangga
May 22, 2009“Kita tidak dapat mendorong-dorong seseorang naik tangga, kecuali ia mau naik anak tangga demi anak tangga”
(Andrew Carnegie, Industrialis Amerika, 1835 – 1919)
1. Tentukan ke arah mana kita akan
pergi
Visualisasi pikiran terhadap suatu keinginan (dan kemudian mewujudkannya ke dalam realitas) selalu diperlukan pada setiap perkembangan dan langkah kehidupan manusia. Apapun yang diharapkan oleh manusia (apakah itu pengembangan teknologi, penulisan buku, pendirian sebuah usaha, upaya penemuan dll) selalu di dahului dengan memikirkan dan menentukan tujuan dan cara mencapainya. Tanpa hal itu mustahil tujuan yang diharapkan bakal tercapai. Tanpa menentukan ke arah mana tujuannya, niscaya manusia akan terhuyung-huyung dan terjerembab. Telepon genggam tentu tidak hadir dalam kehidupan manusia begitu saja, tapi merupakan hasil dari penetapan tujuan dari para ilmuwan dan insinyur untuk membuat manusia lebih mudah berkomunikasi, cepat dan fleksibel.
Kita tidak mungkin sampai ke tujuan yang kita harapkan tanpa menentukan ke mana kita akan pergi. Menentukan ke mana tujuan kita berarti Baca selengkapnya…
Inspirasi mata waktu ke-5 : Jika di bandingkan tahu keajaiban dalam hidup andairasi
May 16, 2009“Jika di bandingkan tahu keajaiban dalam hidup anda, tahu seluruh dunia itu bukan apa-apa”.
(Osho, Guru Spiritual, 1931 – 1990)
1. Pelajari dan tandailah perubahan kita
Di dunia ini, perubahan adalah sebuah keniscayaan. Dan semestinya segala sesuatu berubah karena memang demikianlah dunia berkembang. Tak ada yang tidak berubah, bahkan pada sebuah benda mati sekalipun. Jika kita merasa nyaman dalam suatu keadaan, maka kita cenderung tidak berkembang. Seharusnya kita berubah. Seharusnya kita berkembang.
Mempelajari bagaimana kita berubah adalah mempelajari pola-pola dan kecenderungan-kecenderungan. Karena merupakan sebuah kecenderungan, suatu saat kita bisa memakainya dengan sengaja dan mengharapkan perubahan dari cara itu. Dulu ketika awal belajar membaca, kita sering Baca selengkapnya…
Inspirasi mata waktu ke-4 : Melalui keragu-raguan menuju ke aksioma kepastian
May 13, 2009“Melalui keragu-raguan menuju ke aksioma kepastian”
(Rene Descartes, 1596 – 1650)
1.Tentukanlah pijakan kita
Apapun yang kita kejar dan harapkan, kita perlu membangun pondasi untuk mengawalinya. Ini penting, karena seperti bangunan rumah, apapun jenis dan model yang akan kita bangun, pondasi adalah hal pertama yang harus kita perhatikan. Pondasi untuk membangun apa yang kita harapkan, dapat bermacam-macam. Tapi saya rasa sikap mental merupakan hal utama, karena dengan itu kita bisa menggerakkan sumber daya yang lain untuk mengejar impian dan harapan kita.
Kita tahu bahwa sejarah pencarian dan penemuan selalu diawali dengan membangun pijakan yang kokoh. Diawali dari minat, kemudian Baca selengkapnya…
Inspirasi mata waktu ke-2 : Biarkan dengan ringan hidupmu menari
May 3, 2009“Biarkan dengan ringan hidupmu menari di batas waktu, seperti embun pada pucuk sebuah daun”
(Rabindranath Tagore, 1861 – 1941)
1. Kenali situasinya
Kehidupan yang kita jalani tidak berjalan secara acak dan sembarangan, namun disadari atau tidak merupakan rangkaian dari hal – hal yang kita lakukan sebelumnya. Orang sering mengeluh harinya sial, tapi benarkah (sekecil apapun dan sadar atau tidak) pada saat itu tidak ada keputusan dan tindakan sebelumnya yang menyebabkannya? Inilah pentingnya mengenal situasi sebelum kita bertindak.
Mengenali situasi berarti mengenali diri kita, orang lain dan hal-hal lain/lingkungan sekitar kita. Dengan mengenali situasi, berarti kita memahami resiko dan memahami resiko berarti memahami cara untuk mengantisipasi kegagalan sesedikit mungkin. Disadari bahwa kemampuan mengenal situasi adalah Baca selengkapnya…
Inspirasi mata waktu ke-1 : Ketika anda menghadap matahari
April 27, 2009“Ketika Anda menghadap matahari, bayangannya akan selalu jatuh di belakang anda”
(Helen Keller, 1880 – 1968)
1. Bersikaplah optimis
Tak ada sesuatupun dapat dimulai dengan baik tanpa perasaan optimis. Bisa saja orang tidak sungguh – sungguh tahu apa yang akan terjadi ketika ia menyelesaikan suatu pekerjaannya, tapi setidaknya perasaan optimis akan terus menuntun usahanya untuk sampai ke garis akhir tujuannya, atau setidaknya terminal sementara untuk kemudian meneruskan usahanya.
Optimisme berarti memiliki harapan, bahwa secara umum hal-hal dalam kehidupan yang dipikirkan/dikerjakan, akan berjalan baik – baik saja, meskipun seringkali gagal dan hancur. Pada kebanyakan kasus, optimisme lebih pada Baca selengkapnya…
Posted by Wib
Posted by Wib
Posted by Wib