<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Inspirasi yang menggugah daya kreativitas</title>
	<atom:link href="http://matawaktu.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://matawaktu.wordpress.com</link>
	<description>Menggugah kreativitas melalui kata-kata bijak</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Jun 2009 14:18:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='matawaktu.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Inspirasi yang menggugah daya kreativitas</title>
		<link>http://matawaktu.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://matawaktu.wordpress.com/osd.xml" title="Inspirasi yang menggugah daya kreativitas" />
	<atom:link rel='hub' href='http://matawaktu.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Alamat blog ini sudah pindah</title>
		<link>http://matawaktu.wordpress.com/2009/06/03/alamat-blog-ini-sudah-pindah/</link>
		<comments>http://matawaktu.wordpress.com/2009/06/03/alamat-blog-ini-sudah-pindah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 12:59:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matawaktu.wordpress.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[Alamat blog ini sudah pindah. Untuk inspirasi lebih banyak guna membangkitkan kreativitas, klik saja di sini : http://www.matawaktu.com<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=matawaktu.wordpress.com&amp;blog=7430718&amp;post=204&amp;subd=matawaktu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4>Alamat blog ini sudah pindah.<br />
Untuk inspirasi lebih banyak guna membangkitkan kreativitas, klik saja di sini : <a href="http://www.matawaktu.com">http://www.matawaktu.com</a></h4>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/matawaktu.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/matawaktu.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/matawaktu.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/matawaktu.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/matawaktu.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/matawaktu.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/matawaktu.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/matawaktu.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/matawaktu.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/matawaktu.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/matawaktu.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/matawaktu.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/matawaktu.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/matawaktu.wordpress.com/204/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=matawaktu.wordpress.com&amp;blog=7430718&amp;post=204&amp;subd=matawaktu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matawaktu.wordpress.com/2009/06/03/alamat-blog-ini-sudah-pindah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e073c42476f8b045f12937e340e98e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Wib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Inspirasi mata waktu ke-6 : Kita tidak dapat mendorong-dorong seseorang naik tangga</title>
		<link>http://matawaktu.wordpress.com/2009/05/22/inspirasi-mata-waktu-6-kita-tidak-dapat-mendorong-dorong-seseorang-naik-tangga/</link>
		<comments>http://matawaktu.wordpress.com/2009/05/22/inspirasi-mata-waktu-6-kita-tidak-dapat-mendorong-dorong-seseorang-naik-tangga/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 May 2009 07:52:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Andrew Carnegie]]></category>
		<category><![CDATA[Benyamin Franklin]]></category>
		<category><![CDATA[Bill Gates]]></category>
		<category><![CDATA[Galileo Galilei]]></category>
		<category><![CDATA[Leonardo da Vinci]]></category>
		<category><![CDATA[Menikmati proses]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Angelo]]></category>
		<category><![CDATA[Visualisasi pikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matawaktu.wordpress.com/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[“Kita tidak dapat mendorong-dorong seseorang naik tangga, kecuali ia mau naik anak tangga demi anak tangga” (Andrew Carnegie, Industrialis Amerika, 1835 – 1919) 1. Tentukan ke arah mana kita akan pergi Visualisasi pikiran terhadap suatu keinginan (dan kemudian mewujudkannya ke dalam realitas) selalu diperlukan pada setiap perkembangan dan langkah kehidupan manusia. Apapun yang diharapkan oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=matawaktu.wordpress.com&amp;blog=7430718&amp;post=171&amp;subd=matawaktu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>“Kita tidak dapat mendorong-dorong seseorang naik tangga, kecuali ia mau naik anak tangga demi anak tangga”</strong></em><br />
(Andrew Carnegie, Industrialis Amerika, 1835 – 1919)</p>
<p><img src="http://matawaktu.files.wordpress.com/2009/05/annabergite1.jpg?w=135&#038;h=114" alt="Berpkir kreatif-6" title="Berpkir kreatif-6" width="135" height="114" class="alignleft size-full wp-image-199" />
<p><strong>1. Tentukan ke arah mana kita akan<br />
        pergi</strong></p>
<p>Visualisasi pikiran terhadap suatu keinginan (dan kemudian mewujudkannya ke dalam realitas) selalu diperlukan  pada setiap perkembangan dan langkah kehidupan manusia. Apapun yang diharapkan oleh manusia (apakah itu pengembangan teknologi, penulisan buku, pendirian sebuah usaha, upaya penemuan dll) selalu di dahului dengan memikirkan dan menentukan  tujuan dan cara mencapainya. Tanpa hal itu mustahil  tujuan yang diharapkan bakal tercapai. Tanpa menentukan ke arah mana tujuannya, niscaya manusia akan terhuyung-huyung dan terjerembab. Telepon genggam tentu tidak hadir dalam kehidupan manusia begitu saja, tapi merupakan hasil dari penetapan tujuan dari para ilmuwan dan insinyur untuk membuat manusia lebih mudah berkomunikasi, cepat dan fleksibel.</p>
<p>Kita tidak mungkin sampai ke tujuan yang kita harapkan tanpa menentukan ke mana kita akan pergi. Menentukan ke mana tujuan kita berarti <span id="more-171"></span>mengeksplorasi apa yang kita perlukan untuk sampai ke tujuan itu  sekaligus memberdayakan apa yang kita miliki.  Menentukan ke arah mana kita akan pergi berarti pula mentukan syarat bagi tujuan kita, sekaligus memahami resikonya.</p>
<p>Menentukan tujuan lebih dari sekedar mengusung impian. Jika impian hanya berhenti sampai tahap menginginkan, menentukan tujuan berarti “membayar” apa yang menjadi impian tersebut dengan memahami sekaligus menentukan syaratnya, cara mencapai, serta resiko yang mungkin timbul. </p>
<p>Seorang Bill Gates telah menentukan arah perginya, ketika ia memutuskan berhenti kuliah dari Universitas Harvard dan beralih ke dunia bisnis <em>software</em> dengan mendirikan microsoft. Benyamin Franklin menentukan arah perginya sebagai penemu penangkal petir, ketika ia berani menempuh resiko  melakukan eksperiman berbahaya dengan cara menerbangkan layang-layang yang diberinya batangan logam  berujung runcing dan menghadap ke atas, pada saat badai guntur. Galileo Galilei menentukan arah perginya sebagai ilmuwan besar, saat ia berani menanggung resiko dengan di bawa ke pengadilan dan dijatuhi hukuman ketika ia bersikukuh pada pendapatnya tentang tata surya.</p>
<p>Tujuan mutlak diperlukan dalam  mewujudkan suatu mimpi. Tanpa menentukan tujuan, keinginan dan mimpi yang kita bangun akan segera  mati suri dan sekedar menjadi angan-angan belaka tanpa sempat tumbuh dan menjadi kenyataan</p>
<p><strong>2. Petakan dan nikmati  proses</strong></p>
<p>Kita  memang harus berpikir tentang keberhasilan kita. Tentang tujuan akhir dari usaha kita. Tapi memikirkan tujuan akhir tanpa memetakan  proses justru akan membuat langkah kita tergesa-gesa dan tidak fokus. Padahal dalam perjalanan selalu ada proses yang harus kita lewati satu persatu dan proses itupun harus kita pahami. Keberhasilan akhir adalah hasil kumulatif dari keberhasilan masing – masing proses penyusunnya.  Sebagaimana tujuan akhir memerlukan syarat dan strategi untuk mencapainya, demikian pula dengan proses-proses penyusunnya. </p>
<p>Sedangkan menikmati proses akan membuat pikiran kita lebih rileks. Pikiran yang rileks akan mengundang kreativitas, karena pikiran akan lebih leluasa bergerak dan menjelajah.</p>
<p>Sebagai contoh, bagi seorang penulis, sadar atau tidak (tentu lebih baik jika proses itu memang telah dipetakan, sehingga si penulis memahami syarat-syarat yang diperlukan dalam menjalani proses-proses itu) dia pasti melalui  proses-proses dalam tahap kreatifnya membuat suatu tulisan, dan  mustahil ia tidak menikmati proses-proses tersebut sampai ia menghasilkan sebuah tulisan yang baik. Proses yang saya maksudkan adalah :<br />
-  proses persiapan :  seorang penulis telah menyadari apa<br />
   yang akan ditulis dan bagimana menuliskannya;<br />
-  proses inkubasi : seorang penulis akan menyimpan gagasan<br />
   tulisannya dan memikirkan gagasan itu;<br />
-  proses penulisan; dan<br />
-  proses revisi  </p>
<p>Bagaimana mungkin seseorang menghasilkan tulisan yang bagus tanpa menikmati masing – masing proses di atas? Bukankah keberhasilan masing- masing proses itu akan menentukan proses berikutnya sampai selesainya sebuah tulisan?</p>
<p><strong>3. Usahakan dengan tekun</strong></p>
<p>Bukan hal aneh jika salah satu sebab keberhasilan penciptaan dan penemuan-penemua besar adalah karena dilakukannya usaha yang tekun dan terus menerus. Bahkan ketika sebuah keberuntungan datang, sesungguhnya itu hanya awal terbukanya kesempatan.  Tentu usaha yang  tekun merupakan cara untuk menuntaskannya. Ketekunan dalam mengerjakan sesuatu  menuntun  pada temuan-temuan kesalahan, tetapi dengan   sikap  terus tekun pula hal itu justru menjadi pijakan untuk  memperbaikinnya. </p>
<p>Mungkinkah Cristhoper Columbus menemukan benua Amerika jika ia langsung menyerah dan tidak berusaha dengan tekun saat proposal penjelajahannya di tolak Portugis dan Inggris? Mungkinkah Thomas Alva Edison  bisa menemukan bola lampu jika ia tidak tekun mencoba sampai 43.000 filamen yang cocok? Mungkinkah tercipta <em>fresco</em> yang luar biasa  di langit-langit Kapel Sistine di Roma, jika Michael Angelo tidak tekun mengerjakannya selama 4 tahun terus menerus?  </p>
<p>Tak ada satu pun pekerjaan besar dapat diselesaikan tanpa  dorongan untuk memulainya dan  tekat kuat untuk menyelesaikannya. Untuk itu ketekunan menjadi syarat utama. Bisakah kutipan bijak dari Leonardo da Vinci berikut  menyadarkan kita akan pentingnya kerja keras dan tekun? <em>&#8220;Engkau, Ya Tuhan, menjual semua hal baik kepada kami dengan harga kerja keras&#8221;</em></p>
<br /> Tagged: Andrew Carnegie, Benyamin Franklin, Bill Gates, Galileo Galilei, Leonardo da Vinci, Menikmati proses, Michael Angelo, Visualisasi pikiran <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/matawaktu.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/matawaktu.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/matawaktu.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/matawaktu.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/matawaktu.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/matawaktu.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/matawaktu.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/matawaktu.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/matawaktu.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/matawaktu.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/matawaktu.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/matawaktu.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/matawaktu.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/matawaktu.wordpress.com/171/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=matawaktu.wordpress.com&amp;blog=7430718&amp;post=171&amp;subd=matawaktu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matawaktu.wordpress.com/2009/05/22/inspirasi-mata-waktu-6-kita-tidak-dapat-mendorong-dorong-seseorang-naik-tangga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e073c42476f8b045f12937e340e98e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Wib</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://matawaktu.files.wordpress.com/2009/05/annabergite1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Berpkir kreatif-6</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Inspirasi mata waktu ke-5 : Jika di bandingkan tahu keajaiban dalam hidup andairasi</title>
		<link>http://matawaktu.wordpress.com/2009/05/16/mata-waktu-ke-5-jika-di-bandingkan-tahu-keajaiban-dalam-hidup-anda/</link>
		<comments>http://matawaktu.wordpress.com/2009/05/16/mata-waktu-ke-5-jika-di-bandingkan-tahu-keajaiban-dalam-hidup-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 May 2009 16:16:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Columbus]]></category>
		<category><![CDATA[Einstein]]></category>
		<category><![CDATA[Ingin tahu]]></category>
		<category><![CDATA[Keajaiban hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Kemungkinan lain]]></category>
		<category><![CDATA[Osho]]></category>
		<category><![CDATA[Pelajari perubahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matawaktu.wordpress.com/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Jika di bandingkan tahu keajaiban dalam hidup anda, tahu seluruh dunia itu bukan apa-apa&#8221;. (Osho, Guru Spiritual, 1931 – 1990) 1. Pelajari dan tandailah perubahan kita Di dunia ini, perubahan adalah sebuah keniscayaan. Dan semestinya segala sesuatu berubah karena memang demikianlah dunia berkembang. Tak ada yang tidak berubah, bahkan pada sebuah benda mati sekalipun. Jika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=matawaktu.wordpress.com&amp;blog=7430718&amp;post=162&amp;subd=matawaktu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>&#8220;Jika di bandingkan tahu keajaiban dalam hidup anda, tahu seluruh dunia itu bukan apa-apa&#8221;.</em></strong><br />
(Osho, Guru Spiritual, 1931 – 1990)</p>
<p><img src="http://matawaktu.files.wordpress.com/2009/05/animal_031.jpg?w=128&#038;h=110" alt="Berpikir kreatif_5" title="Berpikir kreatif_5" width="128" height="110" class="alignleft size-full wp-image-163" />
<p><strong>1. Pelajari dan tandailah perubahan kita </strong></p>
<p>Di dunia ini, perubahan adalah sebuah keniscayaan. Dan semestinya segala sesuatu berubah karena memang demikianlah dunia berkembang. Tak ada yang tidak berubah, bahkan pada sebuah benda mati sekalipun. Jika kita merasa nyaman dalam suatu keadaan, maka kita cenderung tidak berkembang. Seharusnya kita berubah. Seharusnya kita berkembang.</p>
<p>Mempelajari bagaimana kita berubah adalah mempelajari pola-pola dan kecenderungan-kecenderungan. Karena merupakan sebuah kecenderungan, suatu saat kita bisa memakainya dengan sengaja dan mengharapkan perubahan dari cara itu. Dulu ketika awal belajar membaca, kita sering <span id="more-162"></span>mengeja kata demi kata dengan gerakan jari telunjuk mengikuti kata – kata tersebut. Tetapi semakin lama kita berusaha meninggalkan kebiasaan itu, karena kita sadar selain melelahkan, kebiasaan itu juga menghambat kecepatan baca. Suatu ketika tanpa direncanakan kita mungkin mengambil jalan lain saat berangkat atau pulang kerja. Dan ternyata kita menemukan bahwa lewat jalan  tersebut, kita justru menemukan banyak hal yang menyenangkan dan memudahkan, misalnya banyak rumah makan, banyak toko buku atau banyak gerai-gerai penjual voucer pulsa telpon. Maka kita pun kemudaian akan berusaha menandai bahwa jalan tersebut lebih menyenangkan sebagai jalur saat kita berangkat atau pulang kerja.</p>
<p>Hal itu bisa kita terapkan untuk banyak hal di dalam kehidupan kita. Kehidupan  mempunyai kecenderungan – kecenderungan untuk menuntun kita pada sesuatu yang lebih menyenangkan. Kehidupan mempunyai lecenderungan untuk menuntun kita pada perubahan-perubahan yang lebih baik. Tingal kita bisa atau tidak menandainya, karena kecenderungan ke arah perubahan sering mudah lepas dari perhatian kita.</p>
<p><strong>2. Temukan kemungkinan lain saat kita tersesat</strong></p>
<p>Sesungguhnya kehidupan ini sering berisi kejutan – kejutan jika kita mau memperhatikannya. Dan yang namanya kejutan, tentu tidak bisa kita ramalkan atau pehitungkan sebelumnya. Ketika kita keluar dari jalan yang kita rencanakan, seringkali kita justru menemukan banyak hal yang lebih menantang dan menggairahkan.  Dalam pengalaman yang sedehana, beberapa kali saya justru mendapatkan buku dengan topik lain yang  menarik, saat  pergi ke toko buku saya tidak menemukan buku yang saya inginkan. Pengalaman sederhana ini menarik bagi saya, karena kemudian saya berpendapat banyak kehidupan ini tidak pernah kehabisan kejutan untuk kita. Tentu hal tersebut juga bisa berlaku untuk hal – hal lain.</p>
<p>Bukankah  Columbus  menemukan Amerika, sesungguhnya karena ia tersesat?  Yang menarik minat banyak penjelajah eropa saat itu adalah wilayah Timur Jauh yang terkenal akan rempah-rempahnya. Dan jalan putar yang  ditempuh Columbus membawanya ke benua itu. Tetapi ketersesatan Columbus justru membawa berkah, karena eksplorasi pertama yang ia lakukan terhadap benua Amerika, kemudian mebuka dunia baru tersebut.</p>
<p>Bagaimana kita bisa menemukan hal-hal baru saat kita tersesat? Yang penting adalah kita tidak menutup pikiran terhadap kemungkinan – kemungkinan baru yang ada di depan kita, demikian juga, kita mesti rela “melepaskan beban” keinginan yang kita rencanakan sebelumnya. Tidak tergesa-gesa untuk segera kembali ke jalur semula yang kita rencanakan saat kita tersesat, akan membuka peluang untuk menemukan kemungkinan-kemungkinan lain yang menggairahkan.</p>
<p><strong>3. Kembangkanlah sikap ingin tahu</strong></p>
<p>Sikap ingin tahu merupakan jalan untuk membuka pikiran kreatif. Berpikir kreatif  semestinya dikembangkan sampai ke batas-batas, wilayah-wilayah dan ruang-ruang yang asing bagi kita. Karena wilayah-wilayah tersebut sering masing asing bagi kita dan bisa memberikan banyak kemungkinan baru, maka keingintahuan adalah syarat untuk masuk di dalamnya. Dalam mengeksplorasi keingintahuan, pertanyaan yang diajukan semestinya tidak hanya berhenti pada satu dua hal saja, karena suatu kejadian sering tidak berdiri sendiri, tapi melibatkan banyak unsur.  Untuk mengembangkan sikap ingin tahu, kita bisa belajar dari cara wartawan mencari jawaban untuk ditulis atas sebuah kejadian atau obyek  berita. Pertanyaan substansial dari para wartawan itu sudah sering kita dengar sebagai 5 W + H (<em>who, what, why, when, where</em> dan <em>how</em>). </p>
<p>Mengingat bahwa keingintahuan merupakan jiwa dari penjelajahan-penjelajahan dan penemuan-penemuan, semestinya sikap itu terus dipupuk  dan dilatih sensititivitasnya. Dalam kehidupan keseharian, tidak akan pernah kehilangan  hal atau gejala untuk dipertanyakan. Dan sesungguhnya merupakan kodrat manusia  dengan segala keterbatasannya untuk tidak mengerti sesuatu dan kemudian merupakan sebuah kepantasan untuk mengajukan berbagai pertanyaan atas ketidaktahuannya. Bahkan seorang Enstein memberi nasehat yang tegas tentang pentingnya mengembangkan sikap ingin tahu. <em>“Hal yang penting adalah jangan berhenti bertanya. Rasa ingin tahu mempunyai alasannya sendiri untuk tetap eksis”.</em></p>
<br /> Tagged: Amerika, Columbus, Einstein, Ingin tahu, Keajaiban hidup, Kemungkinan lain, Osho, Pelajari perubahan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/matawaktu.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/matawaktu.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/matawaktu.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/matawaktu.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/matawaktu.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/matawaktu.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/matawaktu.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/matawaktu.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/matawaktu.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/matawaktu.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/matawaktu.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/matawaktu.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/matawaktu.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/matawaktu.wordpress.com/162/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=matawaktu.wordpress.com&amp;blog=7430718&amp;post=162&amp;subd=matawaktu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matawaktu.wordpress.com/2009/05/16/mata-waktu-ke-5-jika-di-bandingkan-tahu-keajaiban-dalam-hidup-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e073c42476f8b045f12937e340e98e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Wib</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://matawaktu.files.wordpress.com/2009/05/animal_031.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Berpikir kreatif_5</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Inspirasi mata waktu ke-4 : Melalui keragu-raguan menuju ke aksioma kepastian</title>
		<link>http://matawaktu.wordpress.com/2009/05/13/mata-waktu-ke-4-melalui-keragu-raguan-menuju-ke-aksioma-kepastian/</link>
		<comments>http://matawaktu.wordpress.com/2009/05/13/mata-waktu-ke-4-melalui-keragu-raguan-menuju-ke-aksioma-kepastian/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 16:14:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Aksioma]]></category>
		<category><![CDATA[Colonel Sanders]]></category>
		<category><![CDATA[Intuisi]]></category>
		<category><![CDATA[Kamus Besar Bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kegagalan]]></category>
		<category><![CDATA[Kentucky Fried Chicken]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Faraday]]></category>
		<category><![CDATA[Pijakan]]></category>
		<category><![CDATA[Rene Descartes]]></category>
		<category><![CDATA[Thomas Alva Edison]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matawaktu.wordpress.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Melalui keragu-raguan menuju ke aksioma kepastian&#8221; (Rene Descartes, 1596 – 1650) 1.Tentukanlah pijakan kita Apapun yang kita kejar dan harapkan, kita perlu membangun pondasi untuk mengawalinya. Ini penting, karena seperti bangunan rumah, apapun jenis dan model yang akan kita bangun, pondasi adalah hal pertama yang harus kita perhatikan. Pondasi untuk membangun apa yang kita harapkan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=matawaktu.wordpress.com&amp;blog=7430718&amp;post=133&amp;subd=matawaktu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>&#8220;Melalui keragu-raguan menuju ke aksioma kepastian&#8221;</em></strong><br />
(Rene Descartes,  1596 – 1650)</p>
<p><img src="http://matawaktu.files.wordpress.com/2009/05/holidays_074.jpg?w=128&#038;h=110" alt="Berpikir kreatif_4" title="Berpikir kreatif_4" width="128" height="110" class="alignleft size-full wp-image-134" />
<p><strong>1.Tentukanlah pijakan kita</strong></p>
<p>Apapun yang kita kejar dan harapkan, kita perlu membangun pondasi untuk mengawalinya. Ini penting, karena seperti bangunan rumah, apapun jenis dan model yang akan kita bangun, pondasi adalah hal pertama yang harus kita perhatikan. Pondasi untuk membangun  apa yang kita harapkan, dapat bermacam-macam. Tapi saya rasa sikap mental merupakan hal utama, karena dengan itu kita bisa menggerakkan sumber daya yang lain untuk mengejar impian dan harapan kita. </p>
<p>Kita tahu bahwa sejarah pencarian  dan penemuan selalu diawali dengan membangun pijakan yang kokoh. Diawali dari minat, kemudian <span id="more-133"></span>para penemu tersebut menenggelamkan dirinya ke dalam dasar-dasar upaya penjelajahannya. Dan dengan pijakan yang kokoh pada pondasi bidang yang ditekuninya mereka menemukan hal – hal yang monumental.</p>
<p>Michael Faraday,  penemu dinamo, senang  mengikuti ceramah-ceramah yang disampaikan Sir Humphy Davy, seorang ahli kimia. Ia tekun mencatat materi ceramah -ceramah tersebut. Suatu ketika, ia mengirim tulisan materi ceramah itu disertai surat lamaran,  kepada  Davy. Davy tertarik terhadap tulisan-tulisan Faraday, sehingga ia menerimanya sebagai asisten di laboratoriumnya. Davy terkesan dengan ketekunan Faraday, sehinga ia tidak segan menularkan ilmunya. Faraday sadar bahwa cara seperti itulah yang harus ia lakukan untuk mengejar impiannya menjadi seorang ilmuwan. Dan pada akhirnya, ia banyak menghasilkan temuan-temuan besar. Faraday berhasil karena ia sadar, bahwa ia harus menentukan  pijakan yang tepat.</p>
<p>Cara untuk membangun pijakan dalam merintis apa yang kita harapkan sangat beragam. Berkumpul dengan orang – orang yang mempunyai minat yang sama dan mendiskusikan hal – hal yang berkaitan dengan apa yang kita kejar adalah salah satunya. Demikian pula mengikuti pelatihan, seminar, kursus, bergabung di maling list juga dapat kita lakukan.</p>
<p><strong>2. Bersahabatlah dengan kegagalan</strong></p>
<p>Kegagalan sering memaksa orang mencari pendekatan-pendekatan baru dan cara-cara atau strategi  lain. Sesuatu yang sering tidak terpikirkan ketika segalanya berjalan baik-baik saja. Kita sering berhenti pada kesimpulan bahwa saya benar dan berhasil sampai sebuah kegagalan menyadarkan kita.</p>
<p>Ketika kita gagal, sesungguhnya pikiran mempunyai mekanisme  untuk menjadikan  kegagalan itu sebagai  “pelecut”. Tapi tentu saja ambang lecut itu bagi masing – masing orang berbeda. Kalau kita menyimak sejarah orang – orang besar, mereka mempunyai  ambang/toleransi  jatuh yang sangat lebar, sehingga dalam kegagalan yang fatal  dan  terus menerus sekalipun, mereka berusaha mencari cara baru untuk menghindari kegagalan yang sama. Kegagalan, semata – mata memang persoalan pikiran. Tidak lebih.</p>
<p>Yang perlu dilakukan dalam merangkul kegagalan adalah kesadaran untuk menjadi kritikus bagi diri sendiri. Membuka diri terhadap kesadaran bahwa sesuatu mungkin saja gagal. Teliti kesalahannya dan perbaiki. </p>
</p>
<p>Colonel Sanders, pendiri Kentucky Fried Chicken, memutuskan untuk mencoba resep ayamnya yang terakhir dalam usia 60 tahun, setelah secara terus menerus ia mencoba berbagai resep. Kemudian ia berusaha menjual resep olahannya ke berbagai restoran, di mana ia berharap bisa berbagi keuntungan. Bayangkan, Colonel Sanders sudah mendatangi restoran dan orang-orang yang diharapkan mau membeli resep olahnnya sebanyak 1002 kali. Dan akhirnya ia membuktikan pada dunia, bahwa ia orang yang sukses setelah melewati kegagalan yang terus menerus.</p>
<p><strong>3. Ikutilah intuisi</strong></p>
</p>
<p>Dalam <em>Kamus Besar Bahasa Indonesia</em> (KBBI), intuisi didefinisikan sebagai daya atau kemampuan mengetahui atau memahami sesutau tanpa dipikirkan atau dipelajari; bisikan hati; gerak hati.  Orang sering mempertentangkan logika dengan intuisi. Padahal proses berpikir secara logis pun seringkali melibatkan intuisi, dalam hal ini pilihan berdasar pertimbangan yang logis sering dihadapkan pada begitu banyak alternatif. Dan intuisi membantu menetapkan pilihan itu. Walaupun kesimpulan dari suatu proses berpikir logis  tampaknya merupakan puncaknya, tapi tanpa melibatkan intuisi kita sering ragu dan tidak puas apakah benar kesimpulan tersebut merupakan puncak dari proses berpikir logis.</p>
<p>Meskipun para ilmuwan besar dalam bekerja selalu didasari obyektivitas, bagaimanapun  mereka tetap  melibatkan intuisi dalam proses penemuan monumentalnya. Pada hampir semua hipotesi ilmiah, mula – mula timbul intuisi yang bergesekan dengan hipotesis tersebut dan kemudian dilaukan pembuktian – pembuktian yang teliti untuk mendukung hipotesis tersebut. Thomas Alva Edison telah menguji 43.000 filamen dengan melakukan hampir 20.000 kali kegagalan eksperimen. Namun intuisinya mengatakan bahwa filamen itu ada, sampai ia benar-benar membuktikannya dan menemukan bola lampu yang sekarang kita kenal.</p>
<br /> Tagged: Aksioma, Colonel Sanders, Intuisi, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kegagalan, Kentucky Fried Chicken, Michael Faraday, Pijakan, Rene Descartes, Thomas Alva Edison <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/matawaktu.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/matawaktu.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/matawaktu.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/matawaktu.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/matawaktu.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/matawaktu.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/matawaktu.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/matawaktu.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/matawaktu.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/matawaktu.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/matawaktu.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/matawaktu.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/matawaktu.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/matawaktu.wordpress.com/133/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=matawaktu.wordpress.com&amp;blog=7430718&amp;post=133&amp;subd=matawaktu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matawaktu.wordpress.com/2009/05/13/mata-waktu-ke-4-melalui-keragu-raguan-menuju-ke-aksioma-kepastian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e073c42476f8b045f12937e340e98e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Wib</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://matawaktu.files.wordpress.com/2009/05/holidays_074.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Berpikir kreatif_4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Inspirasi mata waktu ke-3 : Manik-manik pengetahuan itu sudah diterima</title>
		<link>http://matawaktu.wordpress.com/2009/05/11/mata-waktu-ke-3-manik-manik-pengetahuan-itu-sudah-diterima/</link>
		<comments>http://matawaktu.wordpress.com/2009/05/11/mata-waktu-ke-3-manik-manik-pengetahuan-itu-sudah-diterima/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 16:33:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Analogi alam]]></category>
		<category><![CDATA[Gagasan]]></category>
		<category><![CDATA[John Steinbeck]]></category>
		<category><![CDATA[Ken Wilber]]></category>
		<category><![CDATA[Manik-manik pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Metafora]]></category>
		<category><![CDATA[Robert Goddart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matawaktu.wordpress.com/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Manik-manik pengetahuan itu sudah diterima, hanya tinggal merangkainya menjadi kalung&#8221; (Kenneth Earl Wilber Jr, Penulis Amerika, 1949 &#8211; ) 1. Carilah gagasan di sekitar kita Seringkali gagasan-gagasan segar ada di sekitar kita, namun kita tidak menyadarinya. Banyak hal begitu gampang lepas dari perhatian kita, karena kita kerap memandang sebelah mata segala sesuatu yang sudah biasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=matawaktu.wordpress.com&amp;blog=7430718&amp;post=121&amp;subd=matawaktu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>&#8220;Manik-manik pengetahuan itu sudah diterima, hanya tinggal merangkainya menjadi kalung&#8221;</em></strong><br />
(Kenneth Earl Wilber Jr, Penulis Amerika, 1949 &#8211; )</p>
<p><img src="http://matawaktu.files.wordpress.com/2009/05/lilin.jpg?w=125&#038;h=89" alt="Berpikir kreatif_3" title="Berpikir kreatif_3" width="125" height="89" class="alignleft size-full wp-image-120" />
<p><strong>1. Carilah gagasan di sekitar kita</strong></p>
<p>Seringkali gagasan-gagasan segar ada di sekitar kita, namun kita tidak menyadarinya. Banyak hal begitu gampang lepas dari perhatian kita, karena kita kerap memandang sebelah mata segala sesuatu yang sudah biasa dan dekat dengan kita. Mampu memperhatikan  hal-hal yang biasa, (barangkali) sepele dan dekat dengan kita dan menempatkannya sebagai sumber gagasan, memang memerlukan kesadaran dan kebiasaan. </p>
<p>Apa yang ada disekitar kita : gejala-gejala alam, kebiasaan makhluk hidup beradaptasi dengan lingkungan, interaksi hewan dalam komunitasnya dan sebagainya, merupakan sumber-sumber gagasan yang kaya. Sudah banyak penemuan yang diterapkan sebagai  analogi dari gejala-gejala yang ada di sekitar kita. Radar, misalnya, ditemukan dari mempelajari cara kelelawar <span id="more-121"></span>memantulkan gelombang bunyi sebagai panduan terbangnya. Model pintu pesawat kargo diilhami dari cara kerang membuka cangkangnya. Bahkan model interaksi komunal dan organisasi manusia pun sesungguhnya sering mengambil analogi dari perilaku hewan : misalnya pembagian kerja pada lebah dan semut, jaringan laba-laba dll. </p>
<p>Kuncinya  adalah kepekaan kita untuk membaca metafora dan analogi alam. Dan untuk  bisa membaca metafora dan analogi tersebut, kita harus membuka mata dan pikiran. Ada banyak sumber gagasan disekitar kita, tidak perlu jauh-jauh mencari. Dan memang sudah menjadi kodrat manusia memiliki kemampuan untuk mengamati alam dan mengambil berbagai analogi untuk diterapkan pada kehidupannya. Tapi mengamati dan memikirkan sesuatu sebagai hal yang baru adalah sebuah ketrampilan. Alih-alih mengamati hal-hal yang baru, kita seringkali memikirkan sesuatu dengan menggali kembali apa yang telah dipikirkan orang lain. Boleh jadi hal itu tidak akan membawa pikiran kita kepada gagasan-gagasan dan pikiran baru, kecuali kita menemukan sesuatu yang lain dari apa yang telah dipikirkan dan ditemukan orang lain itu. Bagaimanapun, intinya adalah mencari dan kemudian kepintaran untuk menemukan. Bicara mengenai pentingnya mencari, berikut adalah sebuah ilustrasi yang merupakan cerita dari Seribu Satu Malam, yang dikisahkan dalam buku <em>Menulis Dengan Emosi</em>, karya Carmel Bird.  </p>
<p><em>Seorang pedagang di Bagdad tinggal di rumah berhalaman marmer abu-abu, di jalan berbatu yang dipagari pohon palem. Di ujung halaman rumah itu, di bawah pohon anggur yang sedang berbunga, ada air mancur yang dihiasai marmer putih. Suatu malam pedagang itu bermimpi, dalam mimpinya dia disuruh berangkat ke Kairo untuk mencari peruntungan. Dia pun mengiuti impiannya itu. Dalam perjalannya ke kairo, karena kelelahan dia tertidur di halaman mesjid, tapi naas dituduh masuk dan merampok rumah di sebelahnya. Dia dipenjarakan. Saat diiterogasi dia menceritakan kepada polisi bahwa dia sekedar mengikuti mimpinya.</p>
<p>&#8220;Bodoh&#8221;, kata polisi itu, bukankah mimpimu itu hanya membawamu ke penjara ini saja? Aku sendiri bermimipi tiga kali, tetapi aku tidak segampang dan sebodoh itu mengkuti mimpiku&#8221;.</p>
<p>&#8220;Bagaimana mimpi Anda?&#8221;</p>
<p>Dalam mimpiku aku disuruh pergi ke Bagdad. Di sana aku akan menemukan rumah berlantai abu-abu. Di ujung halaman, di bawah rerimbunan pohon anggur, terdapat air mancur berhiaskan marmer putih. Di bawah air mancur itu terkubur harta melimpah&#8221;.</p>
<p>Pedagang itu yakin bahwa yang dimaksudkan Polisi itu dalam mimpinya adalah rumahnya. maka dia bergegas kembali ke rumahnya di Bagdad, menggali tanah di bawah air mancur, dan ternyata dia memang menemukan harta karun.</p>
<p></em></p>
<p><strong>2. Tak ada yang salah dengan kreasi Anda.</strong></p>
<p>Keberanian berkreasi akan membuka peluang  pada sesuatu yang baru, atau setidaknya gagasan-gagasan antara untuk tujuan yang lebih besar. Tak ada yang salah dengan percobaan. Tak ada yang keliru dengan kreasi. Yang ada, barangkali hanya pandangan aneh bahwa sesuatu tampak asing di mata orang lain. Tapi menyadari bahwa tak akan lahir sebuah cara atau produk baru tanpa suatu kreasi, maka kreasi adalah suatu keniscayaan yang harus dilakukan.</p>
<p>Robert Goddart, dalam proses kreatifnya menciptakan roket, sering mendapat ejekan dari orang &#8211; orang di sekitarnya. Ia mendapat julukan sebagai &#8220;Si Roket Bulan&#8221;, karena apa yang ia kerjakan tampak aneh bagi orang- orang yang tak pernah peduli pada apa yang disebut berkreasi. Memang kebanyakan orang hanya peduli pada upaya untuk &#8220;menikmati&#8221; tanpa mau bersusah payah untuk berkreasi. Tapi sebagai ilmuwan besar, Goddart tidak peduli. Ia terus berkreasi dan belajar dari kegagalan, sampai akhirnya orang mengenangnya sebagai penemu roket, pembuka cakrawala baru dunia antariksa.</p>
<p>Berkreasi berarti berani melakukan kesalahan. Jika sebuah kreasi adalah cara untuk menemukan kesalahan, berarti pula ia merupakan cara untuk menemukan jalan keluar. Sebagai sebuah proses, berkreasi (dan akhirnya menemukan sesuatu yag baru) selalu melewati tahap &#8211; tahap berikut : membuat atau mengerjakan sesuatu &#8211; melakukan kesalahan (dan menyadarinya) &#8211; memperbaiki- (dan akhirnya) menghasilkan sesuatu yang baru. Tentu saja proses menghasilkan sesuatu  melalui kreasi bisa berlangsung dalam tangga proses yang panjang dan lama. </p>
<p>Penulis John Steinbeck, punya kebiasaan berkreasi dengan menulis memenuhi kertas dan kemudian membuang kertas-kertas itu. Apa yang ditulisnya? ternyata ia  terus menerus berlatih dan berkreasi untuk menemukan penggambaran yang tepat tentang cuaca di luar, suasana kamarnya, tata letak mebelair di ruangannya dan lain sebagainya. Ia terus menerus berkreasi. Ia terus menerus mencoba menemukan kesempurnaan untuk tulisannya. Dan pada akhirnya ia mendapatkan hal itu.</p>
<br /> Tagged: Analogi alam, Gagasan, John Steinbeck, Ken Wilber, Manik-manik pengetahuan, Metafora, Robert Goddart <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/matawaktu.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/matawaktu.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/matawaktu.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/matawaktu.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/matawaktu.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/matawaktu.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/matawaktu.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/matawaktu.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/matawaktu.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/matawaktu.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/matawaktu.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/matawaktu.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/matawaktu.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/matawaktu.wordpress.com/121/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=matawaktu.wordpress.com&amp;blog=7430718&amp;post=121&amp;subd=matawaktu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matawaktu.wordpress.com/2009/05/11/mata-waktu-ke-3-manik-manik-pengetahuan-itu-sudah-diterima/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e073c42476f8b045f12937e340e98e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Wib</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://matawaktu.files.wordpress.com/2009/05/lilin.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Berpikir kreatif_3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Inspirasi mata waktu ke-2 : Biarkan dengan ringan hidupmu menari</title>
		<link>http://matawaktu.wordpress.com/2009/05/03/mata-waktu-ke-2-biarkan-dengan-ringan-hidupmu-menari/</link>
		<comments>http://matawaktu.wordpress.com/2009/05/03/mata-waktu-ke-2-biarkan-dengan-ringan-hidupmu-menari/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 May 2009 07:32:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Berani menjelajah]]></category>
		<category><![CDATA[Coca Cola]]></category>
		<category><![CDATA[Daniel Goleman]]></category>
		<category><![CDATA[Kenali situsi]]></category>
		<category><![CDATA[Rabindranath Tagore]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matawaktu.wordpress.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[“Biarkan dengan ringan hidupmu menari di batas waktu, seperti embun pada pucuk sebuah daun” (Rabindranath Tagore, 1861 – 1941) 1. Kenali situasinya Kehidupan yang kita jalani tidak berjalan secara acak dan sembarangan, namun disadari atau tidak merupakan rangkaian dari hal – hal yang kita lakukan sebelumnya. Orang sering mengeluh harinya sial, tapi benarkah (sekecil apapun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=matawaktu.wordpress.com&amp;blog=7430718&amp;post=107&amp;subd=matawaktu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>“Biarkan dengan ringan hidupmu menari di batas waktu, seperti embun pada pucuk sebuah daun”</em></strong><br />
(Rabindranath Tagore, 1861 – 1941)</p>
<p><img src="http://matawaktu.files.wordpress.com/2009/05/sea_007.jpg?w=128&#038;h=110" alt="Berpikir kreatif_2" title="Berpikir kreatif_2" width="128" height="110" class="alignleft size-full wp-image-108" />
<p><strong>1. Kenali situasinya</strong>
</p>
<p>Kehidupan yang kita jalani tidak berjalan  secara acak dan sembarangan, namun disadari atau tidak merupakan rangkaian dari hal – hal yang kita lakukan sebelumnya. Orang sering mengeluh harinya  sial, tapi benarkah (sekecil apapun dan sadar atau tidak) pada saat itu tidak ada keputusan dan tindakan sebelumnya yang menyebabkannya? Inilah pentingnya mengenal situasi sebelum kita bertindak.</p>
<p>Mengenali situasi berarti mengenali diri kita, orang lain dan hal-hal lain/lingkungan sekitar kita. Dengan mengenali situasi, berarti kita memahami  resiko dan memahami resiko berarti memahami cara untuk  mengantisipasi kegagalan sesedikit  mungkin.  Disadari bahwa kemampuan mengenal situasi adalah <span id="more-107"></span> hal yang penting, maka sejak kecil pun kita sesungguhnya sudah sering dilatih oleh guru maupun orang tua kita untuk menguasainya. Misalnya, dulu saat hendak menyeberang jalan kita selalu diingatkan untuk menengok kiri &#8211; kanan terlebih dahulu, setelah memungkinkan baru kita menyeberang. Kita pasti juga sering diingatkan untuk tidak membaca ketika penerangan tidak layak, untuk mencegah gangguan penglihatan kita. Dan ketika kita dewasa pun pentingnya mengenal situasi akan sangat berperan dalam kehidupan sehari – hari. Misalnya, tentu kita akan memilih menunda  membicarakan persoalan yang tidak terlalu mendesak dengan bos kita saat kita melihat wajahnya cemberut dan uring-uringan, bukan? (kecuali pembawannya memnag demikain <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  )</p>
<p>Daniel Goleman, dalam Emotional Intelligence mengilustrasikan suatu metode yang menarik dalam menyelesaikan suatu masalah yang melibatkan pengenalan sitausi ini, yaitu metode SOCS yang merupakan akronim dari Situation, Option, Consequence, Solutions (Situasi, Pilihan, Akibat, Penyelesaian). Ini merupakan metode empat langkah : mengatakan apa situasinya dan bagaimana perasaan kita  terhadap situasi itu; pikirkanlah pilihan – pilihan kita untuk menyelesaikan situasi tersebut dan apakah akibat – akibat yang mungkin timbul,  kemudian ambillah suatu pemecahan dan laksanakan.</p>
<p>Prinsip dari mengenal situasi adalah kehati-hatian untuk mengambil langkah dan keputusan. Elizabeth Jolley, seorang penulis Australia, dalam aktifitas menulisnya mempunyai kalimat yang bernas untuk urusan mengenali situasi  : “Saya berhati – hati agar tidak membuat kesalahan. Sungai saya tidak pernah mengalir ke hulu”.</p>
<p><strong>2. Beranilah menjelajah</strong></p>
<p>Penemuan baru, selalu diawali dari keberanian untuk mencari dan menjelajah. Barangkali   berbagai bahan untuk melahirkan gagasan – gagasan baru, seperti pengetahuan, informasi dan pengalaman, bisa diperoleh dari tempat, bahan, atau informasi lama. Tetapi akan lebih banyak hal – hal baru yang asli bisa kita peroleh dari pengalaman, kejadian, tempat, dan sumber informasi yang baru. Alam menyediakan sumber yang luar biasa untuk penemuan dan gagasan – gagasan baru. Yang diperlukan hanya keberanian untuk keluar dari zone aman yang selama ini kita tinggali, dan itu artinya kita mesti berani menjelalajah lebih jauh dan mencoba hal – hal baru.</p>
<p>John Stith Pemberton, penemu racikan minuman Coca Cola adalah seorang  ahli obat – obatan. Meskipun ia telah mematenkan beberapa penemuanya, namun ia belum puas karena  merasa pemuan-penemuanya tersebut kurang spektakuler. Ia berharap bisa menemukan racikan obat yang enak dikonsumsi. Maka ia mencampurkan tanaman Coca, sebuah tanaman yang telah lama dikenal masyarakat Peru dan Bolivia sebagi suplemen dengan tanaman Cola dan Damiana, yang juga telah terkenal khasiatnya sebagai perangsang kinerja otak dan pembangkit energi. Maka penjelajahan gagasannya menghasilkan apa yang sekarang kita kenal dengan minumal bersoda Coca Cola. </p>
<p>Otto van Guericke, menemukan pompa air dari ketidak percayaannya pada pendapat Aristoteles bahwa tidak ada ruang hampa udara di dunia ini. Ia melakukan percobaan yang kemudin membuktikan tentang teori tekanan udara. Guericke lalu berkesimplan bahwa alam tidak mentolerir ruang hampa udara. Jik ada sebuah ruang hampa udara, maka materi yang berhubungan dengannya, entah udara ataupun air akan segera mengisinya. Prinsip ini ia gunakan untk menemukan pompa air.</p>
<p>Seorang penjelajah yang kreatif akan selalu punya anggapan dasar bahwa ”dunia” yang ia masuki selalu menyimpan bahan dan informasi, sehingga merupakan sumber gagasan yang segar. Yang perlu dilakukan hanya menemukan informasi itu dan menggarapnya menjadi gagasan baru. </p>
<p>Bila kita pergi ke pasar kita akan menemukan gagasan di sana. Demikian pula jika kita pergi ke pameran buku, museum, tempat pemancingan, jalan yang kita lewati saat dengan santai kita bersepeda dan lain-lain. Hal yang sama akan kita temui jika kita membaca buku, mendengarkan pidato orang lain serta sumber-sumber gagasan lain. Kuncinya hanya satu : membuka pikiran kita. Dari situ kita bisa mendapatkan informasi baru dan kemudian mengolahnya menjadi sebuah gagasan.</p>
<p><strong>3. Perhatikan hal – hal kecil</strong></p>
<p>Alam menunjukkan hal – hal  yang menakjubkan justru pada bagian-bagian kecilnya, pada detil-detilnya. Hal – hal menakjubkan tersebut jika kita eksplorasi lebih lanjut akan menghasilkan gagasan – gagasan  baru dan segar.</p>
<p>Penemuan – penemuan  lahir dari pengamatan terhadap hal – hal kecil dan detil  tentang alam. Model yang menjadi temuan- temuan besar seringkali telah dikemukakan sebagai analogi dari alam.  Alfred Russel Wallace adalah kisah keuletan seorang petualang dan  ilmuwan yang sangat peduli pada hal – hal kecil dan detil. Ia cemat dan detil mengamati dan mengumpulkan keragaman wujud genetika di alam.  Dia tak pernah mengamati dua kupu-kupu dengan motif bintik bulu yang sama. Dia menemukan bahwa rusa yang bertanduk panjang ternyata punya anak yang bertanduk bantat. Dia selalu menemukan detil dan variasi.</p>
<p>Sir Basil Spence, seorang arsitek modern Inggris, sedang membuka – buka majalah sejarah alam dan dia melihat pembesaran mata lalat. Apa yang dia lihat kemudian menjadikannya ilham bagi bangunan kubah gereja desainnya.</p>
<p>Konstruksi sosro bahu yang sering diterapkan dalam pembangunan jalan layang, ditemukan oleh Tjokorda Raka Sukawati ketika ia membongkar mobilnya. Ia menemukan bantalan karet yang saling bertaut dengan pelumas diantaranya, dan itu memberinya ide untuk diterapkan pada konstruksi temuannya tersebut.</p>
<p>Para pengarang besar masa lalu adalah orang – orang yang tekun mengamati detil suatu kota. Hampir setiap hari Honore De Balzac menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyususri jalanan di Paris, Carles Dickens menyusuri jalanan di London dan Fyodor Dostoyevski, jalanan di St. Petersburg.</p>
<p>Yang harus diperhatikan adalah bahwa apa yang diilhamkan oleh alam biasanya adalah suatu prinsip yang telah dikembangkan oleh alam untuk menyelesaikan suatu kebutuhan atau masalah khusus dan dalam situasi tertentu. Dan model – model itu dapat diterapkan untuk semua pemikiran kreatif kita. Tugas kita adalah melihat lebih dalam. Melihat lebih detil.</p>
<br /> Tagged: Berani menjelajah, Coca Cola, Daniel Goleman, Kenali situsi, Rabindranath Tagore <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/matawaktu.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/matawaktu.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/matawaktu.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/matawaktu.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/matawaktu.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/matawaktu.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/matawaktu.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/matawaktu.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/matawaktu.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/matawaktu.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/matawaktu.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/matawaktu.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/matawaktu.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/matawaktu.wordpress.com/107/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=matawaktu.wordpress.com&amp;blog=7430718&amp;post=107&amp;subd=matawaktu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matawaktu.wordpress.com/2009/05/03/mata-waktu-ke-2-biarkan-dengan-ringan-hidupmu-menari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e073c42476f8b045f12937e340e98e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Wib</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://matawaktu.files.wordpress.com/2009/05/sea_007.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Berpikir kreatif_2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Inspirasi mata waktu ke-1 : Ketika anda menghadap matahari</title>
		<link>http://matawaktu.wordpress.com/2009/04/27/mata-waktu-ke-1-ketika-anda-menghadap-matahari/</link>
		<comments>http://matawaktu.wordpress.com/2009/04/27/mata-waktu-ke-1-ketika-anda-menghadap-matahari/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2009 12:49:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Bersikap optimis]]></category>
		<category><![CDATA[Helen Keller]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahui kelemahan]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Kuan Yew]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matawaktu.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[“Ketika Anda menghadap matahari, bayangannya akan selalu jatuh di belakang anda” (Helen Keller, 1880 – 1968) 1. Bersikaplah optimis Tak ada sesuatupun dapat dimulai dengan baik tanpa perasaan optimis. Bisa saja orang tidak sungguh – sungguh tahu apa yang akan terjadi ketika ia menyelesaikan suatu pekerjaannya, tapi setidaknya perasaan optimis akan terus menuntun usahanya untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=matawaktu.wordpress.com&amp;blog=7430718&amp;post=61&amp;subd=matawaktu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>“Ketika Anda menghadap matahari, bayangannya akan selalu jatuh di belakang anda”</strong></em><br />
(Helen Keller, 1880 – 1968)</p>
<p><img src="http://matawaktu.files.wordpress.com/2009/04/meditation.jpg?w=127&#038;h=95" alt="Berpikir kreatif_1" title="Berpikir kreatif_1" width="127" height="95" class="alignleft size-full wp-image-67" />
<p><strong>1. Bersikaplah optimis</strong></p>
<p> Tak ada sesuatupun dapat dimulai dengan baik tanpa perasaan optimis. Bisa saja orang tidak sungguh – sungguh tahu apa yang akan terjadi ketika ia menyelesaikan suatu pekerjaannya, tapi setidaknya perasaan optimis akan terus menuntun usahanya untuk sampai ke garis akhir tujuannya, atau setidaknya terminal sementara untuk kemudian meneruskan usahanya.</p>
<p>Optimisme berarti  memiliki harapan, bahwa secara umum hal-hal dalam kehidupan yang dipikirkan/dikerjakan, akan berjalan baik – baik saja, meskipun seringkali gagal dan hancur. Pada kebanyakan kasus, optimisme lebih pada <span id="more-61"></span>bagaimana cara seseorang memandang suatu usaha yang dilakukannya (terutama saat menemui kegagalan). Orang yang optimis akan berpikir bahwa kegagalan terjadi  karena sebab &#8211; sebab yang bisa diubah. Sebaliknya, orang yang pesimis menganggap kegagalan datang dari sesuatu yang tak bisa diubah, dan ia menerimanya begitu saja. Optimisme merupakan cara untuk mencegah orang  bersikap putus asa, depresi dan masa bodoh ketika dihadang kesulitan.</p>
<p></p>
<p>Tentang optimisme,  ada ilustrasi yang menarik tentang Babah Akong, seorang nelayan tua di pesisir desa Ndete, Kepulauan Flores,  sebagaimana yang didokumentasikan dalam film yang terpilih sebagai salah satu finalis  Eagle Awards Documnetary Competition 2008 yang diselenggarakan Metro TV. Ketika desanya hancur dan harta bendanya musnah karena tsunami di Flores tahun 1992, bukannya merasa kehidupannya berhenti, namun ia justru tertantang untuk memecahkan masalah serupa jika suatu saat terjadi tsunami lagi. Ia kemudian berusaha menanam pohon bakau, sebuah pekerjaan yang semula ditertawakan dan diejek oleh istri dan tetangga-tetanganya.  Bahkan untuk urusan kecil seperti membeli parang dan sekop utnuk memulai usahanyapun ia mesti meminjam uang dari temanya. Namun ia terus melaksanakan keinginannya. Tahun 1997, setelah  lima tahun pekerjaan itu dijalaninya, pohon – pohon bakau itu mulai tumbuh. Tapi begitu mulai besar pohon itu sebagian besar justru mati. Ia mencari sebabnya dan menemukan bahwa akar pohon-pohon tersebut tidak kuat tertanam. Ia tidak putus asa. Bersama istrinya yang karena kesungguhannya kemudian memberi  dukungan, ia menemukan cara dengan menanam bibit pohon itu memakai polybag. Bagi mereka harga polybag tidak murah, sehingga istri Babah Akong  sampai menjual kalung lama pemberian suaminya dan Babah Akong sendiri menjual babi piaraannya. Karena ketekunannya dan rasa optimis yang terus ia pelihara, sekarang setelah 16 tahun usahanya, Babah Akong dan istrinya sudah menghijaukan 23 hektar pantai di Flores. Bahkan kini Babah Akong sudah membentuk kelompok pelestari hutan sebanyak 41 grup dengan anggota sebanyak 2.000 orang.</p>
<p> </p>
<p>Bukankah optimisme menjadi senjata vital yang sangat berharga dalam kehidupan Babah Akong tersebut? Bagaimana seandainya Babah Akong menafsirkan kekalahan hidupnya secara pesimistik, bukankah itu justru akan memperbesar rasa tak berdaya dan putus asa?</p>
<p></p>
<p><strong>2. Ketahui dan abaikan kelemahan kita<br />
</strong></p>
<p>Bayangan hitam, kelemahan – kelemahan kita,  jika kita sadari, kita petakan dan kemudian kita karantina, pada akhirnya hanya sekedar akan mengikuti, tanpa pernah menjadi penghalang di depan kita. Kelemahan dan kekurangan adalah sebuah keniscayaan yang selalu ada di setiap manusia.  Tinggal bagaimana kita menyikapi kelemahan – kelemahan tersebut. Kita hanya akan terjebak menjadi manusia yang picik dan kerdil jika terus menerus menempatkan kelemahan di depan kita dan memutuskannya sebagai sesuatu yang tidak bisa disingkirkan. Sudah semestinya kita menyingkirkan dan mengabaikan kelemahan kita, selama kita memang ingin terus berjalan ke depan dan mengejar harapan dan keinginan kita.  Apa yang kita kejar dan hadapi tumbuh di depan kita dan apa yang kita abaikan akan berjalan di belakang kita.</p>
<p></p>
<p>Helen Keller, adalah sosok luar biasa yang mampu mengabaikan kelemahanya dan menghadapi serta mengejar apa yang ia inginkan. Dengan “bayangan hitam” kecacatan dua indra sekaligus : buta dan bisu – tuli, ia terus memelihara keyakinannya.  Ia luwes menghadapi kekurangannya dan bahkan berprestasi tinggi, jauh melebihi orang – orang normal yang seringkali justru menangisi sedikit kelemahannya. Helen Keller menulis banyak buku. Ia mampu menyadari kecacatannya, dalam arti mampu menghadapinya dengan wajar, dan mengkarantina kekurangannya itu sehingga tidak menjadi penghalang bagi harapannya.</p>
<p></p>
<p><strong>3. Tetapkanlah apa yang kita kejar</strong></p>
<p>Seorang sprinter pasti paham betul dimana posisi garis finis, sehingga ia akan terus berusaha mengerahkan tenaganya sebelum sampai ketitik finis lomba. Menetapkan apa yang kita kejar, akan sekaligus berarti menetapkan cara, strategi, dan dukungan kemampuan dalam mengejar tujuan itu. Menetapkan berarti berusaha membuat usaha kita terus lurus dan fokus pada tujuan. Bisa saja selama mengejar tujuan itu, kita di belokkan oleh berbagai hal. Tapi membuat jalan menjadi lurus dan fokus kembali  adalah buah dari upaya menetapkan tujuan. </p>
<p></p>
<p>Siapa tidak kenal Lee Kuan Yeew, Bapak pendiri Singapura itu. Sadar bahwa Singapura hanya sebuah “titik kecil” di peta, dan lahir sebagai negara tanpa sumber daya alam, termasuk sumber air, serta banyak kekurangan yang lain, Lee Kuan Yeew memimpin rakyatnya dengan strategi bekerja keras, disiplin, jujur dan bersih. Ia terus menetapkan tujuannya untuk membentuk negara yang maju, modern dan kaya. Dan sekarang tujuan itu berhasil karena ia terus – menerus menetapkan apa yang ia inginkan dan konsekuen mengejarnya.</p>
<br /> Tagged: Bersikap optimis, Helen Keller, Ketahui kelemahan, Lee Kuan Yew <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/matawaktu.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/matawaktu.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/matawaktu.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/matawaktu.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/matawaktu.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/matawaktu.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/matawaktu.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/matawaktu.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/matawaktu.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/matawaktu.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/matawaktu.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/matawaktu.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/matawaktu.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/matawaktu.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=matawaktu.wordpress.com&amp;blog=7430718&amp;post=61&amp;subd=matawaktu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matawaktu.wordpress.com/2009/04/27/mata-waktu-ke-1-ketika-anda-menghadap-matahari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e073c42476f8b045f12937e340e98e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Wib</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://matawaktu.files.wordpress.com/2009/04/meditation.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Berpikir kreatif_1</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
