Inspirasi mata waktu ke-6 : Kita tidak dapat mendorong-dorong seseorang naik tangga

“Kita tidak dapat mendorong-dorong seseorang naik tangga, kecuali ia mau naik anak tangga demi anak tangga”
(Andrew Carnegie, Industrialis Amerika, 1835 – 1919)

Berpkir kreatif-6

1. Tentukan ke arah mana kita akan
pergi

Visualisasi pikiran terhadap suatu keinginan (dan kemudian mewujudkannya ke dalam realitas) selalu diperlukan pada setiap perkembangan dan langkah kehidupan manusia. Apapun yang diharapkan oleh manusia (apakah itu pengembangan teknologi, penulisan buku, pendirian sebuah usaha, upaya penemuan dll) selalu di dahului dengan memikirkan dan menentukan tujuan dan cara mencapainya. Tanpa hal itu mustahil tujuan yang diharapkan bakal tercapai. Tanpa menentukan ke arah mana tujuannya, niscaya manusia akan terhuyung-huyung dan terjerembab. Telepon genggam tentu tidak hadir dalam kehidupan manusia begitu saja, tapi merupakan hasil dari penetapan tujuan dari para ilmuwan dan insinyur untuk membuat manusia lebih mudah berkomunikasi, cepat dan fleksibel.

Kita tidak mungkin sampai ke tujuan yang kita harapkan tanpa menentukan ke mana kita akan pergi. Menentukan ke mana tujuan kita berarti Baca selengkapnya…

Inspirasi mata waktu ke-5 : Jika di bandingkan tahu keajaiban dalam hidup andairasi

“Jika di bandingkan tahu keajaiban dalam hidup anda, tahu seluruh dunia itu bukan apa-apa”.
(Osho, Guru Spiritual, 1931 – 1990)

Berpikir kreatif_5

1. Pelajari dan tandailah perubahan kita

Di dunia ini, perubahan adalah sebuah keniscayaan. Dan semestinya segala sesuatu berubah karena memang demikianlah dunia berkembang. Tak ada yang tidak berubah, bahkan pada sebuah benda mati sekalipun. Jika kita merasa nyaman dalam suatu keadaan, maka kita cenderung tidak berkembang. Seharusnya kita berubah. Seharusnya kita berkembang.

Mempelajari bagaimana kita berubah adalah mempelajari pola-pola dan kecenderungan-kecenderungan. Karena merupakan sebuah kecenderungan, suatu saat kita bisa memakainya dengan sengaja dan mengharapkan perubahan dari cara itu. Dulu ketika awal belajar membaca, kita sering Baca selengkapnya…

Inspirasi mata waktu ke-4 : Melalui keragu-raguan menuju ke aksioma kepastian

“Melalui keragu-raguan menuju ke aksioma kepastian”
(Rene Descartes, 1596 – 1650)

Berpikir kreatif_4

1.Tentukanlah pijakan kita

Apapun yang kita kejar dan harapkan, kita perlu membangun pondasi untuk mengawalinya. Ini penting, karena seperti bangunan rumah, apapun jenis dan model yang akan kita bangun, pondasi adalah hal pertama yang harus kita perhatikan. Pondasi untuk membangun apa yang kita harapkan, dapat bermacam-macam. Tapi saya rasa sikap mental merupakan hal utama, karena dengan itu kita bisa menggerakkan sumber daya yang lain untuk mengejar impian dan harapan kita.

Kita tahu bahwa sejarah pencarian dan penemuan selalu diawali dengan membangun pijakan yang kokoh. Diawali dari minat, kemudian Baca selengkapnya…

Inspirasi mata waktu ke-3 : Manik-manik pengetahuan itu sudah diterima

“Manik-manik pengetahuan itu sudah diterima, hanya tinggal merangkainya menjadi kalung”
(Kenneth Earl Wilber Jr, Penulis Amerika, 1949 – )

Berpikir kreatif_3

1. Carilah gagasan di sekitar kita

Seringkali gagasan-gagasan segar ada di sekitar kita, namun kita tidak menyadarinya. Banyak hal begitu gampang lepas dari perhatian kita, karena kita kerap memandang sebelah mata segala sesuatu yang sudah biasa dan dekat dengan kita. Mampu memperhatikan hal-hal yang biasa, (barangkali) sepele dan dekat dengan kita dan menempatkannya sebagai sumber gagasan, memang memerlukan kesadaran dan kebiasaan.

Apa yang ada disekitar kita : gejala-gejala alam, kebiasaan makhluk hidup beradaptasi dengan lingkungan, interaksi hewan dalam komunitasnya dan sebagainya, merupakan sumber-sumber gagasan yang kaya. Sudah banyak penemuan yang diterapkan sebagai analogi dari gejala-gejala yang ada di sekitar kita. Radar, misalnya, ditemukan dari mempelajari cara kelelawar Baca selengkapnya…

Inspirasi mata waktu ke-2 : Biarkan dengan ringan hidupmu menari

“Biarkan dengan ringan hidupmu menari di batas waktu, seperti embun pada pucuk sebuah daun”
(Rabindranath Tagore, 1861 – 1941)

Berpikir kreatif_2

1. Kenali situasinya

Kehidupan yang kita jalani tidak berjalan secara acak dan sembarangan, namun disadari atau tidak merupakan rangkaian dari hal – hal yang kita lakukan sebelumnya. Orang sering mengeluh harinya sial, tapi benarkah (sekecil apapun dan sadar atau tidak) pada saat itu tidak ada keputusan dan tindakan sebelumnya yang menyebabkannya? Inilah pentingnya mengenal situasi sebelum kita bertindak.

Mengenali situasi berarti mengenali diri kita, orang lain dan hal-hal lain/lingkungan sekitar kita. Dengan mengenali situasi, berarti kita memahami resiko dan memahami resiko berarti memahami cara untuk mengantisipasi kegagalan sesedikit mungkin. Disadari bahwa kemampuan mengenal situasi adalah Baca selengkapnya…

Inspirasi mata waktu ke-1 : Ketika anda menghadap matahari

“Ketika Anda menghadap matahari, bayangannya akan selalu jatuh di belakang anda”
(Helen Keller, 1880 – 1968)

Berpikir kreatif_1

1. Bersikaplah optimis

Tak ada sesuatupun dapat dimulai dengan baik tanpa perasaan optimis. Bisa saja orang tidak sungguh – sungguh tahu apa yang akan terjadi ketika ia menyelesaikan suatu pekerjaannya, tapi setidaknya perasaan optimis akan terus menuntun usahanya untuk sampai ke garis akhir tujuannya, atau setidaknya terminal sementara untuk kemudian meneruskan usahanya.

Optimisme berarti memiliki harapan, bahwa secara umum hal-hal dalam kehidupan yang dipikirkan/dikerjakan, akan berjalan baik – baik saja, meskipun seringkali gagal dan hancur. Pada kebanyakan kasus, optimisme lebih pada Baca selengkapnya…